Jumat, 07 November 2014

tugas UTS visualisasi

<html>
<head>
<title>Sistem Linier</title>
</head>
<body background="./images/3.jpg">
<body>
<table border="1" bgcolor="cyan"
cellpadding="5" cellspacing="0" >
<tr bgcolor="blue">
<th><h2>Sistem linier</h2></th>
<th><h2>Jurusan Teknik Elektro Universitas Panca Marga<h2></th>
</tr>
<tr bgcolor="white">
<td>
<a href="konsep-dasar.html"><h4>konsep dasar sisitem linier</h4></a>
<a href="perbedaan-sistem-linier.html"><h4>perbedaan sistem linier</h4></a>
<a href="contoh-sistem-linier.html"><h4>contoh sistem linier</h4></a>
</td>
<td>
<center><h1>profil</h1></center>
        <center><img width="200" height="200" src="./images/1.jpg"><center>
       
        <center>Oleh</center>
        <center><h2>HIDAYATULLAH</h2><center>
        <center><h2>NIM 13.543.0139</h2><center>
       
        <marquee><h3>Copyleft @ Sistem Linier 2014</h3></marquee>
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>


index.html


 <html>
<head>
<title>Pengenalan Sinyal & Sistem</title>
</head>
<body background="./images/3.jpg">
<body>
<table border="1" bgcolor="cyan"
cellpadding="5" cellspacing="0" >
<tr bgcolor="blue">
<th><h2>Pengenalan Sinyal & Sistem</h2></th>
<th><h2>KONSEP DASAR SISTEM LINIER<h2></th>
</tr>
<tr bgcolor="white">
<td>
<a href="index.html"><h4>kembali ke halaman pertama</h4></a>
<a href="perbedaan-sisitem-linier.html"><h4>perbedaan sisitem linier</h4></a>
<a href="contoh-sistem-linier.html"><h4>contoh sistem linier</h4></a>
</td>
<td>
<br>Pengertian Sistem
Pada beberapa aplikasi pemrosesan sinyal kita berharap mendesain  suatu alat atau
algoritma yang melakukan beberapa operasi tertentu pada sinyal, divais atau algoritma seperti
itu dinamakan sistem. Secara lebih jelas  sistem dapat didefinisikan sebagai desain alat atau
algoritma yang beroperasi pada sinyal (waktu) yang dinamakan masukan (input) atau eksitasi,
menurut beberapa aturan yang terdefinisi dengan baik/jelas (biasanya berbentuk persamaan
persamaan untuk menghasilkan sinyal (waktu) yang dinamakan keluaran (output) atau
respons sistem. 
Secara lebih jelas  sistem dapat didefinisikan sebagai desain alat atau
algoritma yang beroperasi pada sinyal (waktu) yang dinamakan masukan (input) atau eksitasi,
menurut beberapa aturan yang terdefinisi dengan baik/jelas (biasanya berbentuk persamaan
matematis), untuk menghasilkan sinyal (waktu) yang dinamakan keluaran (output) atau
respons sistem.  Kita biasa katakan sinyal x(t) ditransformasikan oleh sistem menjadi y(t).
Hubungan x(t) dan y(t) ditulis dengan :
y(t)   [x(t)]                (1.1)
dengan simbol  menunjukkan transformasi , atau pemrosesan dilakukan oleh sistam  pada
x(t) untu menghasilkan y(t). Hubungan matematis x(t) dan y(t) ditunjukkan pada persamaan
1.2) dan digambarkan secara grafis pada gambar (1.1)
Hubungan matematis x(t) dan y(t) :
x(t)                  y(t)                      (1.2)
<marquee><h3>Copyleft @ Sistem Linier 2014</h3></marquee>
</br>
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>


konsep dasar sisitem linier

 <html>
<head>
<title>Pengenalan Sinyal & Sistem</title>
</head>
<body background="./images/3.jpg">
<body>
<table border="1" bgcolor="cyan"
cellpadding="5" cellspacing="0" >
<tr bgcolor="blue">
<th><h2>Pengenalan Sinyal & Sistem</h2></th>
<th><h2>perbedaan sisitem linier<h2></th>
</tr>
<tr bgcolor="white">
<td>
<a href="index.html"><h4>kembali ke halaman pertama</h4></a>
<a href="perbedaan-sisitem-linier.html"><h4>perbedaan sisitem linier</h4></a>
<a href="contoh-sistem-linier.html"><h4>contoh sistem linier</h4></a>
</td>
<td>
<br>perbedaan sistem linier dan non linier
Sistem Linier dan Nonlinier
Sistem linier adalah sistem yang memenuhi hukum superposisi. Prinsip superposisi
adalah respons sistem (keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal akan sama dengan jumlah
bobot yang sesuai dari respon (keluaran) sistem terhadap masing-masing sinyal masukan
individual. Karena itu linieritas dapat didefinisikan sebagai berikut.
  
Teorema  :  Sistem adalah linier jika dan hanya jika
[a1x1(t) + a2x2(t)] = a1 [x1(t)] + a2 [x2(t)]            (1.3)
untuk setiap deret masukan x1(t) dan x2(t) yang berubah-ubah dan setiap konstanta a1 dan a2
yang berubah-ubah.
<marquee><h3>Copyleft @ Sistem Linier 2014</h3></marquee>
</br>
</td>
</tr>


perbedaan sistem linier dan non linier
 
</table>
</body>
</html

<html>
<head>
<title>Pengenalan Sinyal & Sistem</title>
</head>
<body background="./images/3.jpg">
<body>
<table border="1" bgcolor="cyan"
cellpadding="5" cellspacing="0" >
<tr bgcolor="blue">
<th><h2>Pengenalan Sinyal & Sistem</h2></th>
<th><h2>contoh-contoh sisitem linier<h2></th>
</tr>
<tr bgcolor="white">
<td>
<a href="index.html"><h4>kembali ke halaman pertama</h4></a>
<a href="Perbedaan.html"><h4>peredaan sisitem linier</h4></a>
<a href="contoh.html"><h4>contoh sistem linier</h4></a>
</td>
<td> 

<br>contoh-contoh sistem linier dan non linier
1.    Persamaan Linear Dalam Iklan
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari persamaan linear. Apabila kita
belanja di pasar dan dari sekumpulan barang belanjaan kita mendapatkan suatu harga
tertentu, secara tidak langsung kita bersentuhan dengan persamaan linear. Atau, saat kita
sedang menikmati makan siang di sebuah restoran cepat saji, dan di sana ditawarkan
beberapa paket makanan yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis makanan. Setiap
paket pasti memiliki harga tertentu dan kita tidak tahu berapa harga untuk masing-masing
makanan yang menyusun paket makanan tersebut. Sekali lagi, inipun sebenarnya adalah
permasalahan persamaan linear.
Kasus yang lain seperti iklan paket hemat cetak brosur full colour di atas. Di iklan
tersebut dikatakan dengan Rp750.000,- kita dapat mencetak 2000 lembar brosur A4 cetak 1
muka atau 4000 lembar ½ A4 cetak 1 muka. Jika satu lembar A4 kita misalkan x dan cetak
atu muka kita misalkan y, maka kita akan mendapatkan persamaan 750.000 = 2000(x + y)
atau 750.000 = 4000 (½x + y)
Contoh-contoh di atas adalah penggunaan persamaan linear dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah ada contoh penggunaan sistem persamaan linear dalam bidang lain? Ada. Kamu
tentu pernah belajar tentang temperatur. Ada tiga skala yang kita kenal, Cecius, Reamur, dan
Fahrenheit. Untuk mendapatkan rumus yang menghubungkan Celcius dengan Fahrenheit,
Celcius dengan Fahrenheit, temperatur Fahrenheit = m temperatur Celcius + n atau F = mC +
n dengan m dan n adalah konstanta. Pada tekanan satu atmosfer titik didih air adalah 212
derajat F atau 100 derajat F atau 0 derajat C.°derajat C dan titik beku air adalah 32 Dengan
memasukkan kedua nilai tersebut ke dalam persamaan F = mC + n maka diperoleh m = 9/5
dan n = 32. Itulah sebabnya kita mendapatkan hubungan F = 9/5C + 32
<marquee><h3>Copyleft @ Sistem Linier 2014</h3></marquee>
</br>
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

contoh-contoh sistem linier

Tidak ada komentar:

Posting Komentar